April 23, 2021

sulselnews.com

Informasi Aktual dan Berimbang

Terungkap! Ternyata Hal Ini Menjadi Keprihatinan Kepala UPT SMP 30 Makassar Saat PPDB Tiba.

2 min read

Kepala UPT SMPN 30, Hijriah Enang

Makassar (SULSELNEWS) – Para orang tua dan wali siswa pasca lebaran tahun ini, dipastikan akan menyerbu SMP Negeri dikota Makassar atas dibukanya penerimaan peserta didik baru (PPDB) atau lebih familiar penerimaan siswa baru (PSB).

Tahun ini, diperkirakan sekitar 15 ribuan tamatan SD akan berharap masuk SMP Negeri. Namun kemampuan daya tampung SMP Negeri hanya dikisaran 12 ribuan. Hal ini disebabkan karena faktor kurangnya ruang kelas tersedia, mengakibatkan tak bisa menampung semua calon siswa.

Masalah minimnya ruang kelas ini seperti terjadi disekolah favorit SMP 30 Makassar. Saat ini jumlah rombel (rombongan belajar) sangat terbatas. Karenanya SMP 30 butuh penambahan ruang kelas baru agar dapat mengakomodasi calon peserta didik lebih banyak.

Lokasi SMPN 30 di Perumahan BTP

Hal itu dikatakan Hijriah Enang, S.Pd.,M.Pd Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMP 30 Makassar saat ditemui diruangannya, Rabu (29/5/2019).

Hijriah mengatakan, jumlah rombel yang tersedia disekolahnya masih belum mampu mengcover jumlah siswa baru yang terus membludak setiap tahun. Menurutnya, hampir disetiap penerimaan peserta didik baru, animo warga sekitar yang memilih SMP 30 sangat besar.

“Kekurangan kelas ini tentunya sangat memprihatinkan, karena itu saya berharap kedepannya pemerintah terkait dalam hal ini dinas pendidikan bidang sarana dapat mengadakan ruang kelas baru. Masih butuh enam kelas lagi,” beber mantan Kepala SMPN 32 Makassar.

Jumlah ruang kelas SMPN 30 yang perlu penambahan segera

Untuk diketahui, pelaksanaan PPDB tahun ini mengacu Permendikbud No 51 tahun 2018. Berdasarkan juknis, pemerintah menerapkan PPDB sistem zonasi 90% yang kuotanya memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah. Sisanya, 5% melalui jalur prestasi dan 5% jalur perpindahan tugas orangtua (PNS) didasarkan pada perpindahan tugas/mengikuti tempat bekerja orangtua calon peserta didik. (@RuRi)