April 23, 2021

sulselnews.com

Informasi Aktual dan Berimbang

Bachtiar Adnan Kusuma, kembali menerima Penghargaan Pin Emas sebagai tokoh Peduli Pendidikan di Kota Makassar

2 min read

SulSelNews.Com – Makassar, Bachtiar Adnan Kusuma, Pemerhati Pendidikan, Pengerak Literasi dan Perpustakaan Lorong. Deklarator Forum Peduli Pendidikan kembali menerima Penghargaan Pin Emas sebagai tokoh peduli pendidikan Makassar, Sulsel di HUT Kota Makassar 411 tahun 2018.

Penghargaan dan apresiasi Pemerintah Kota Makassar atas peran dan kiprah Ketua LPM Terbaik 1 Kota Makassar ini, merupakan bentuk perhatian Pemkot Makassar atas karya, peran dan jasa tokoh tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.

Bachtiar Adnan Kusuma, yang saat ini tercatat sebagai Tenaga Ahli Komisi E DPRD Sulsel yang juga penerima penghargaan sebagai Penggerak dan Motivator Perpustakaan Lorong Makassar tahun 2017 dari Pemkot Makassar, bersyukur atas apresiasi Walikota Makassar Danny Pomanto yang sangat care pada tokoh-tokoh yang punya kepedulian atas pendidikan kota Makassar.

“Terima kasih Pak Danny Pomanto, terima kasih Pak Kadis Pendidikan Kota Makassar, terima kasih Kabag BPM atas perhatian dan dukungannya selama ini pada kami”, kata Bachtiar Adnan Kusuma, di ruangan Bappeda Kota Makassar, Kamis (8/11).

BAK menilai penghargaan ini sebagai
Pembakar semangat agar terus berkarya untuk masyarakat kota Makassar dan Sulsel. Penyerahan penghargaan diserahkan pada puncak HUT Kota Makassar, 9 November 2018 di lapangan Karebosi, Makassar.

foto : Muslimin Kamase

Ditempat terpisah Muslimin Kamase di temui SulSelNews.Com Menyatakan Bahwa apa yang diterima Kanda BAK adalah sebuah kewajaran dan sangat Pantas beliau Mendapatkan. Karena kepedulian beliau terhadap pendidikan, sangat luar biasa. Beliau kami kenal sebagai Penulis, Pengerak literasi, Pengerak perpustakaan lorong. Beliau juga sangat mengayomi sehingga kami juga terpanggil untuk sama-sama peduli terhadap pendidikan. Teruslah berkarya kanda dan jangan bosan untuk mengarahkan kami karena apa yang kita kerjakan, biarkan Waktu yang menilai dan bernilai ibadah.