Januari 20, 2021

sulselnews.com

Informasi Aktual dan Berimbang

Ketua MOI SulSel Mari bersama-sama kita lawan Covid-19 dengan menyetop kegaduhan di sosial media.

2 min read

Makassar – SULSELNEWS.COM,- Mari bersama-sama kita lawan Covid-19 dengan menyetop kegaduhan di sosial media. Masa sulit seperti ini dibutuhkan adalah energi positif untuk bentuk optimisme saling menguatkan bukannya mencari kambing hitam dan merasa paling benar.

Menurut Ketua DPW MOI Prov. SULSEL Muslimin Bagaimanapun pemerintah pusat telah melakukan berbagai upaya koordinasi dengan pemerintah daerah. Untuk melakukan pencegahan wabah Virus Covid-19. Sehingga sebagai masyarakat kita wajib untuk bersama-sama menerapkan ataupun mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pemerintah. Tidak boleh dengan ego Mari kita sama-sama mencegah penyebaran Virus Covid-19 dengan melakukan tindakan kecil tapi bermanfaat dengan membatasi diri untuk tidak banyak keluar rumah jika tidak ada hal-hal yang penting. Ini perlu karena tanpa dukungan masyarakat. Apa yang dilakukan oleh pemerintah tidak bisa berjalan cepat, saatnya kita bersama-sama melawan virus Covid-19.

Pemerintah tentu sudah mengkaji untung ruginya dengan belajar dari kebijakan negara lain yang terlebih dahulu menerapkan Lockdown atau karantina wilayah, atau hanya memperketat physical distraction. Kebijakan Lockdown seperti Malaysia, Singapura, Filipina atau Itali belum tentu cocok diterapkan di Indonesia yang warganya banyak berprofesi sebagai pekerja informal. Sekarang ini banyak berani menyebarkan Hoax di sosial media. Hentikan itu mari bersama-sama dukung pemerintah untuk melaksanakan pemulihan atau pencegahan Covid-19.

Kita harus optimis Indonesia dengan kebijakan memperketat Physical Distancing yang sebelumnya Social Distancing bisa sukses memutus mata rantai penularan virus Covid-19 tanpa harus melakukan lockdown. Karena tidak ada jaminan kebijakan Lockdown mampu untuk menekan angka penularan virus. Bukti India tak lama setelah melakukan kebijakan Lockdown tidak sampai sehari warganya justru berbondong-bondong untuk pulang ke kampung halaman yang mengakibatkan terjadinya antrian di terminal maupun di stasiun kereta. Maka hanya ada satu jalan Mari kita bersama-sama mendukung langka dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah kita dalam penanganan Covid-19.**