April 23, 2021

sulselnews.com

Informasi Aktual dan Berimbang

LPM, RT, RW, BKM Parangtambung” Terima Kasih Gubernur dan Kadinsos Makassar”

2 min read

Makassar – SULSELNEWS.COM,- Ketua LPM Parangtambung yang juga Ketua LPM Terbaik 1 Kota Makassar, Bachtiar Adnan Kusuma bersama para Ketua RT, RW dan BKM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kadinsos Kota Makassar dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah atas bantuan yang disalurkan kepada 182 KK yang berada di RW 5, RW 4, RT 5, RW 8 dan RT 6 RW 2 Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate kota Makassar. Menurut tokoh perbukuan nasional ini, apa yang salurkan Dinsos kota Makassar pada warga tidak mampu berupa bantuan sembako dari Presiden Jokowi adalah bentuk kepedulian pemerintah atas derita yang dialami warga Parangtambung akibat covid 19. “Bukan cerita, tapi bukti yang ditunjukkan Gubernur NA dan Kadinsos kota Makassar atas bukti nyata bahwa mereka selalu hadir di tengah kesulitan warganya” kata BAK, Minggu 10/5 di Parangtambung.

Sementara Ketua ORW.005 Parangtambung Ir.H.Anwar, M.Si., memberikan apresiasi pada Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Kadis Sosial Dr. H. Mukhtar Tahir,M.Pd., yang memberikan perhatian pada warga Parangtambung di masa yang sangat sulit dengan adanya Covid-19 yang berdampak pada kehidupan warga masyarakat dan membutuhkan bantuan sosial baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi Sulsel maupun pemerintah Kota Makassar.”
Bantuan Sosial yang disalurkan pada warga sangat tepat karena disalurkan pada bulan Ramadhan dan mudah-mudahan bermanfaat dan warga. Kami merasa senang dan gembira dapat bantuan sosial ini.

Koordinator BKM Syarifuddin Daeng Jarre, menyampaikan terima kasih pada Gubernur Sulsel, Kadinsos Kota Makassar dab Ketua LPM Parangtambung atas perjuangannya memperoleh sembako untuk warga Parangtambung. Ketua RT 6 RW 2 Parangtambung, Alam berpendapa tentang adanys berita DINSOS di tuding tidak beres dan tidak ada bantuan sembako.”Saya sebagai ketua RT 06 mewakili warga setempat kami bahwa apa yang selama ini menjadi berita miring di medsos itu merupakan provokasi ke masyarakat sehingga terjadi ketimpangan berita yang menjadi simpan siur di masyarakat pada umumx. “Akan tetapi di sinilah peran seorang tokoh masyarakat atau ketua RT ikut serta membantu pemerintah memberikan informasi jelas kepada warganya supaya jangan sampai terprovokasi oleh berita hoax atau di medsos ” papar Nur Alam.