April 20, 2021

sulselnews.com

Informasi Aktual dan Berimbang

Massa AMPP Dihadang Massa Tandingan Yang Disiapkan Disdik Makassar

2 min read

Makssar – SULSELNEWS.COM,- Dinas Pendidikan Kota Makassar kembali ricuh, Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) yang melakukan Aksi Damai terkait PPDB online Kota Makassar diperhadapkan dengan massa penghalang/tandingan oleh sejumlah massa dari pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kamis (16/07/2020).

Massa AMPP Dihadang Massa Tandingan yang lebih dulu ada di dalam Kantor Disdik.

Menurut Muslimin Kamase ini Sangat tidak beretika pejabat disdik terutama Plt Kadis yang menyewa preman untuk melindungi disdik dari pengunjuk rasa, ada rasa ketakutan yang berlebihan, padahal sudah dari awal komitmen AMPP uutuk mengawal jalannya pemenuhan hak-hak orang tua siswa. Yang datang tiap hari didisdik rata-rata 350 orang untuk perbaikan data.

Orang Tua Siswa yang datang di disdik makassar

Disdik yang tidak mmperhatikan protokol kesehatan, sudah habis waktunya 5 sampai dengan 6 jam nunggu antrian. Tidak lagi bekerja untuk mencari nafkah hanya untuk antri di Diadik. Yang ASN tinggalkan tugasnya bahkan banyak anak kecil yang dibawa kedisdik dengan alasan tidakk ada yang jaga ikut juga antri ditengah wabah Pandemi Covid19.

Jangan selalu menyalahkan sistem aplikasi, tapi siapa yang buat dan mendesain juknis, isinya aplikasi, tata cara pendaftaran sistem online, orang tua siswa yang datang cari alamat rumahnya dengan jarak sekolah yang bermasalah, kenapa selalu server yg disalahkan.

Pengawasan DPRD, LPMP, ORI dan OKM kurang peka dan tidak ada lagi nyalinya untuk mengatasi masalah PPDB, kasihan orang tuu yang datang dari ujung kota biringkanaya, tamalate, ujung tanah, tapi disdik tidak berubah dalam menyelesaikan masalah ini, bahkan tambah parah, pengunjung disdik tahap non zonasi rata rata 300 orang sudah ada pengalaman, ada jeda tanggal 9 sd 12 juli adakan perbaikan, sudah di lakukan RDP DPRD, sudah dihimbau, ORI menghadap ke PJ Walikota.

Sementara Pj Walikota berharap tidak ada masalah pada saat jalur zonasi, TAPI LEBIH PARAH DAN MENGERIKAN TENTANG CLUSTER BARU COVID 19, Semua lapisan masyarakat, para pejabat pemkot, gubernur buka mata dan telinga dengarkan keluhan dan fakta riil yang terjadi sekarang ini tentang PPDB online Makassar, harap Muslimin…

BERSAMBUNG…..