April 23, 2021

sulselnews.com

Informasi Aktual dan Berimbang

Menguak Fakta Pelantikan Kepsek! Pertama Dalam Sejarah, Belum Lama Jabat Ketua MKKS Harus Non Job Sebagai Kepala SMPN

2 min read

Makassar (SULSELNEWS.COM) – Momentum pelantikan pimpinan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Kota Makassar menghasilkan kenyataan tak terduga oleh kalkulasi logika manusia tapi terjadi menjadi fakta.

Tidak hanya itu, pelantikan jabatan Kepala Sekolah SMPN pada Rabu sore 8 Mei 2019 lalu juga mencetak sejarah baru sekaligus menyisakan cerita.

Bagi orang yang berakal sehat tentu kenyataan ini menimbulkan tanda tanya?Pasalnya banyak hal mengejutkan menjadi kenyataan saat pelantikan. Seperti yang terjadi pada Muhammad Nasir, S.Pd M.Pd Kepala SMPN 7 Makassar.

Muhammad Nasir yang semula diperkirakan terpilih kembali sebagai kepala sekolah namun secara mengejutkan harus lengser serta non job.

Selain Kepala Sekolah, Muhammad Nasir adalah Ketua MKKS SMPN Kota Makassar. Dimana MKKS merupakan mitra kerja Dinas Pendidikan Makassar apalagi jelang menghadapi PPDB yang sudah di depan mata.

Dalam catatan penulis, apa yang terjadi pada Muhammad Nasir menjadi sejarah baru. Dimana baru kali ini ada Ketua MKKS SMPN Kota Makassar yang belum lama menjabat mengalami non job sebagai kepala SMP.

Terakhir 2016 lalu Ketua MKKS SMP Negeri, Muhammad Arif non job sebagai Kepala SMPN namun sebagai Ketua MKKS telah tiga tahun dijalani. Demikian pula ketua-ketua MKKS sebelumnya tak ada non job sebelum periode kepengurusan berakhir.

Selama ini Muhammad Nasir dikenal memiliki kompetensi mumpuni sebagai kepala sekolah. Sebelum naik kepala sekolah, ia berpengalaman sebagai instruktur pelatihan dan pengembangan SDM bidang pendidikan.

Tiga tahun memimpin SMPN 7, mantan guru SMPN 20 ini dinilai sukses dalam pengelolaan pendidikan disekolahnya. Ia pun pernah tercatat menjadi salah satu kepala sekolah berprestasi tingkat kota Makassar.

Tak ada yang menyangsikan jika sejak Muhammad Nasir menjabat kepala sekolah juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi atau komunitas, baik organisasi guru maupun organisasi lainnya. Sebutlah misalnya, Golorong.

Namun meski non job, Muhammad Nasir menjadi satu-satunya Kepala SMPN di Sulsel yang mendapat undangan dari Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Kemendikbud RI.

Undangan dari Kemendikbud itu bertujuan mewakili kota Makassar mengikuti konsinyering penyusunan buku praktik baik penguatan pendidikan karakter dan penerapan lima hari sekolah.

Penyampaian undangan yang disebutnya sebagai penghargaan nasional diunggah disertai foto di akun Facebook Muhammad Nasir. Unggahan ini ditulis pada Senin 8 Mei 2019 Pukul 17.50

Hingga berita ini ditulis, unggahan akun Muhammad Nasir telah disukai lebih dari seratus dan mendapat komentar diatas delapan puluh.

Berikut isi lengkap unggahannya :

“Di hari terakhir penghargaan nasional untuk SMP Negeri 7 Makassar mendapat undangan dari Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta dalam kegiatan konsinyering penyusunan buku praktik baik Penguatan Pendidikan Karakter dan penerapan 5 hari sekolah” tulis akun Muhammad Nasir.

Tanggapan Pj Walikota

Sebelumnya seperti dikabarkan media, Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb menanggapi mutasi yang dilakukan Walikota Makassar Danny Pomanto jelang masa jabatannya berakhir 8 Mei 2019.

Mantan Kasatpol PP Sulsel ini mengatakan, tentu dengan adanya mutasi diakhir masa jabatan tentu menambah perpecahan apalagi pihak yang tidak mendapatkan job.

“Bagaimana jika yang dijabat nanti tidak seiring dengan harapan Pj Walikota,” kata Iqbal, dikutip Tribun-Timur.com (10/5).

Iqbal pun menyampaikan kedepannya jika dibutuhkan secara otomatis akan melakukan pelantikan dengan catatan sesuai dengan kebutuhan.

Penulis : @RuRi
Editor : Rusli Rifar