Mei 15, 2021

sulselnews.com

Informasi Aktual dan Berimbang

Forum Peduli Pendidikan Deklarasi Di Hari Sumpah Pemuda Di Hadiri Ketua Komisi E DPRD SulSel Kadir Halid

2 min read

SulSelNews.Com – Makassar, Forum Peduli Pendidikan Di Deklarasikan. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda di hadir Sejumlah tokoh pemerhati pendidikan, Aktifis Mahasiswa, Tokoh lintas Partai, Tokoh Masyarakat, Ketua LPM, RW, RT Bahkan Turut hadir Anggota DPRD Sulawesi Selatan Ketua Komisi E Drs. H. A. Kadir Halid. (28/10/2018)

Muslimin Kamase salah satu Deklarator Forum Peduli Pendidikan Mengatakan bahwa kehadiran Forum ini di hari sumpah pemuda menjadi momentum
untuk mengawal pendidikan yang berkwalitas. Transfaran di era jaman millenium..

Kadir Halid yang juga hadir di acara Deklarasi Forum Peduli Pendidikan Sejak awal rencana teman-teman untuk membentuk Forum ini. Saya Pribadi sangat merespon dan sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang kebetulan di Komisi E yang kami Bidangi terkait dengan Pendidikan. Sehingga kedepan FPP bisa menjadi lembaga yang independen dan dapat memberikan kritik dan solusi yang membangun untuk pendidikan di Sulawesi Selatan.
Komitmen kami teruslah berlembaga saya akan berada di garda terdepan bersama teman teman di Forum Peduli Pendidikan.

Karena kehadiran lembaga semacam ini sangat di harapkan untuk bisa menjadi Kontrol seluruh stekholdel Pendidikan di Sulawesi Selatan. Banyak hal yang terkadang lepas dari pengawasan makanya kalau lembaga yang independen perlu kita dorong untuk bisa bersinergi dengan pemerintah. Jangan lagi ada anak yang tidak sekolah karena orang tuanya tidak Mampu. Disinilah peran FPP harus hadir mengawal tapi memang di butuhkan kerja-kerja ikhlas kita.

Seperti halnya di makassar ada program Jagai Anak ta ini perlu kita dorong untuk terus bisa berjalan. Sehingga kedepan kita mendapatkan anak anak yang berkwalitas dan berdaya sain.

Penggagas Forum Peduli Pendidikan Sulawesi Selatan Bachtiar Adnan Kusuma menyebut, terbentuknya forum ini tidak dilandasi oleh agenda politik, meski bertepatan dengan tahun politik dan rawan untuk dimanfaatkan, tapi kami komitmen untuk tetap independent.

“Kita harap, dengan adanya forum ini, masyarakat bisa berperan aktif dalam hal pengembangan pendidikan serta, bersama merumuskan hal-hal yang dianggap kurang tepat untuk diterapkan di dunia pendidikan,” kata BAK.