Mei 14, 2021

sulselnews.com

Informasi Aktual dan Berimbang

Gubernur Kepada Pejabat Walikota : Kalau Mau Lakukan Rotasi Kembali, Silahkan

4 min read

Gubernur melantik Pj walikota

Makassar (SULSELNEWS) – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah meminta Pejabat (Pj) Walikota Makassar untuk fokus membangun generasi kuat kedepan dan mempersilahkan Pj Walikota
melakukan rotasi kembali dalam rangka meluruskan peraturan.

Hal itu dikatakan Nurdin Abdullah saat membawakan sambutan usai melantik Dr. M Iqbal Suhaeb, SE MT sebagai Pj Walikota Makassar terpilih dihalaman Balaikota, Senin (13/5).

Mantan bupati Bantaeng itu menyampaikan, ada hal yang tentu menjadi fokus pj walikota kedepan, terus membangun generasi-generasi yang kuat kota Makassar. Karenanya, pendidikan harus betul-betul menjadi perhatian.

Yang pertama menurutnya, melihat jumlah SD dan SMP yang tidak berimbang. Dari data yang dimiliki, keluaran SD setiap tahun 25 ribu sementara keluaran SMP 23 ribu berarti masih ada kekurangan kelas 2 ribu.

Yang kedua adalah menempatkan orang-orang bukan berdasarkan like and dislike (suka dan tidak suka) tetapi sesuai dengan kompetensi.Nurdin melihat mutasi yang dilakukan baru-baru ini dimana ada 9 kepala SD yang bagus, punya Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) tetapi digantikan dengan orang yang tidak memenuhi syarat.

Sambutan Nurdin Abdullah

Ia menambahkan, bukan tidak boleh memutasi tetapi kita harus meluruskan aturan dan menempatkan orang-orang yang tidak punya kepentingan. Karena menempatkan orang-orang syarat kepentingan maka organisasi pemerintahan akan pincang.

“Kalau mau melakukan rotasi kembali, silahkan. Usul ke gubernur, gubernur usulkan ke Mendagri. Karena saya ingin bapak harus bekerja tanpa gangguan dan didukung team work yang kuat,” kata Nurdin.

Karena itu, Nurdin berharap kehadiran Pj Walikota dapat menormalkan kembali pemerintahan. Kenapa ini penting karena menurutnya 20 bulan waktu yang cukup panjang untuk berbuat di kota Makassar.

Demikian soal pengantaran anak sekolah serta zonasi guru dan kepala sekolah yang butuh dicarikan solusi dimana menjadi salah satu biang kemacetan.

Dalam pidatonya, Nurdin juga berpesan agar Pj Walikota dapat bekerja profesional. Yang baik diteruskan dan yang jelek ditinggalkan.

Pelantikan Iqbal Suhaeb sebagai orang nomor satu di Makassar berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131. 73 – 2352 Tahun 2019 tentang Pengangkatan Penjabat Walikota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan tanggal 26 April 2019.

Dalam pelantikan ini, turut hadir Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman, Forkopimda Makassar, SKPD lingkup Pemerintah kota Makassar, anggota DPR RI, anggota DPRD Sulsel, DPRD Makassar, camat dan lurah se-kota Makassar.

Pelantikan terakhir era Danny

Sebelumnya pada 6 dan 8 Mei lalu telah berlangsung seremoni pelantikan pejabat lingkup Pemkot Makassar.

Danny Pomanto melantik perwakilan pejabat eselon IV termasuk kepala sekolah, Rabu 8 Mei 2019

Jumlahnya terbilang besar, sekitar ratusan orang. Pelantikan dilakukan langsung oleh Walikota Makassar Danny Pomanto, didampingi sejumlah pejabat teras Pemkot Makassar.

Dalam promosi pejabat yang dilantik itu antara lain jabatan fungsional pengawas, kepala sekolah, dan kepala sub bagian, hingga kepala bidang.

Namun khusus mutasi dan pelantikan kepala SMP Negeri, beberapa kepala sekolah harus menelan pil pahit karena posisinya lenser dan non job, padahal para kepala sekolah tersebut diketahui memiliki prestasi dan berkompetensi.

Sebutlah misalnya, Dr. Hania kepala SMP 2, selain telah memiliki NUKS ia juga selama ini mampu membangun dan mengembangkan budaya dan karakter kewirausahaan para siswanya.

Perempuan asli kota Makassar ini adalah mantan pengajar SMP 6, saat ini ia tercatat kepala sekolah berprestasi yang bakal mewakili kota Makassar berkompetisi di level provinsi Sulsel.

Lalu Muhammad Nasir kepala SMP 7, ia adalah kepala sekolah berprestasi 2018 lalu. Selain berkompeten, ia peraih beragam piagam penghargaan dan sarat pengalaman sebagai instruktur nasional mulai instruktur guru, kurikulum hingga instruktur NGO USAID.

Disamping berhasil memajukan pendidikan sekolahnya, saat ini ia juga menjabat Ketua MKKS SMP Negeri kota Makassar mitra dinas pendidikan dalam mengkoordinir kegiatan pembelajaran siswa dan Diklat guru.

Belum lama ini, SMP 7 yang ia pimpin salah satu SMP di kota Makassar yang diundang Kemendikbud mengikuti konsinyering penyusunan buku praktik penguatan pendidikan karakter dan penerapan lima hari sekolah.

Berikutnya, Nurdin kepala SMP 27. Ia juga kepala sekolah berprestasi dan berkompeten karena dinilai sukses mengubah perwajahan SMP 27 dari dulunya sekolah pinggiran kini citranya setara SMP favorit.

Termasuk kemampuannya dalam menata kedisiplinan guru dan menertibkan perilaku siswa dalam 3 tahun memimpin SMP 27.

Kepala sekolah yang juga penceramah agama ini juga mengukir prestasi dikancah nasional setelah terpilih dalam program Nawacita presiden Jokowi bidang pendidikan tahun 2018.

Dalam program ini, ia ditunjuk sebagai kepala sekolah pendamping untuk sekolah imbas di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI tahun 2018.

Penyematan Pin oleh mantan Walikota Makassar

Tahun 2019 ini, Nurdin lagi-lagi sebagai kepala sekolah berhasil menoreh prestasi karena ditunjuk mewakili kota Makassar mengikuti ajang School Effective and School Improvement atau di singkat SESI di Singapura.

Program SESI merupakan kegiatan dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.Terakhir Kaswadi kepala SMP 3, ia juga berkompeten apalagi spesifikasi keilmuannya bidang studi bahasa Inggris.

Selama 3 tahun menjabat, ia dinilai publik sukses mengembangkan pengelolaan pendidikan di SMP 3. Itu terbukti dengan capaian prestasi akademik maupun non akademik siswanya.

Termasuk juga kepala SMP Negeri lainnya yang mengalami nasib yang sama, dimana semula publik memperkirakan mereka terpilih kembali sebagai kepala sekolah namun secara mengejutkan harus lengser dan non job oleh kenyataan tak terduga kalkulasi akal sehat manusia tapi terjadi menjadi fakta.

Penulis : Rusli Rifar