Makassar – Sulselnews.com,- Bisnis pemasaran buku-buku Islam belum menjanjikan, apalagi mendapat tempat yang layak di kalangan ummat Islam. Omzet penjualan buku-buku Islam belum menunjukkan kemajuan yang pesat di bulan Ramadhan jika dibandingkan di luar bulan Ramadhan. Hal tersebut, diakui Natsir Arsyad, salah seorang pemilik gerai toko buku Islam di Al Almarkas Al Islami Jenderal M Jusuf, Makassar.

Menurut Natsir, animo masyarakat membeli buku Islam sama saja di luar bulan Ramadhan. “Sehari paling terjual 5, 10 judul buku”, kata Natsir Arsyad pada Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia, Bachtiar Adnan Kusuma, Rabu 24/5 di Al Markas Al Islami Makassar. Penyebabnya, aku Natsir karena maraknya toko buku Islam mulai bermunculan di mana-mana. Misalnya saja, lanjut Natsir toko buku Islam terbesar di Makassar seperti Cordova, Toha Putra dan lainnya.

Jujur, aku Natsir yang berjualan buku Islam 22 tahun di Al Markas, tidak terlalu menjanjikan. Kendati bisnis buku Islam tak sekadar memburu profit, tapi punya nuansa dakwah. “Kalau da’i berdakwah secara lisan, maka kami berdakwah dengan berjualan buku Islam.” Ya, untungnya buku-buku Islam isinya tak kadaluarsa dan kapan saja dibutuhkan, berbeda dengan buku buku umum tergantung momen”, jelas ayah dari tujuh orang anak ini.

Bachtiar Adnan Kusuma Pengiat Literasi

Bachtiar Adnan Kusuma “BAK” Pengiat Literasi Indonesia.

Sementara itu, BAK mengakui geliat buku Islam belum menjanjikan dengan jumlah penduduk ummat Islam yang mayoritas di Indonesia.” Pergerakan pemasarannya masih sekitar 30 persen dari buku buku umum lainnya”, kata Managing Editor Yapensi ini. Karena itu, BAK menilai perlunya dibangun kesadaran bersama pentingnya membaca bahkan wajib hukumnya bagi ummat Islam.

Budaya membaca belum tumbuh baik sejurus dengan budaya beli masyarakat akan kebutuhan buku buku Islam. Akibatnya, lanjut Ketua Lembaga Advokasi Pendidikan Ika BKPRMI Sulsel ini, berpengaruh terhadap budaya beli buku buku Islam sangat signifikan dengan budaya baca ummat Islam yang rendah.” Para pelaku bisnis buku-buku Islam hanya berusaha mempertahankan apa yang ada. ” Berharap banyak pembeli buku dari ummat Islam belum bisa menjadi sebuah harapan besar. Ya, sekadar bertahan agar geliat buku-buku Islam tetap bertahan dan tak lekang ditelan masa,” kunci BAK. Makanya, dibutuhkan tumbuhnya kesadaran kolosal ummat Islam cinta membaca buku.

“Selama ini kita terjebab mempertentangkan hal-hal non substansial. Padahal persoalan paling urgen adalah ummat Islam harus bangkit minat bacanya sekaligus minat belinya terhadap buku buku Islam.” jelas Motivator pembelajar parenting ini.