Tahun ini, sebanyak 49 siswa disabilitas atau berkebutuhan khusus Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Makassar dari jenjang SD, SMP dan SMA tercatat sebagai peserta ujian.

Dari jumlah itu tidak semua siswa dapat mengikuti Ujian Nasional (UN), hanya ada 16 siswa mengikuti UN selebihnya tercatat hanya ikut Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Sama dengan sekolah regular pada umumnya, ujian nasional dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Foto : Suasana ujian jenjang SDLB SLB Negeri 1 Makassar

Namun di SLB Negeri 1 Makassar pelaksanaan ujian nasional masih dilakukan secara manual atau tanpa berbasis komputer. Untuk menjawab soal, para peserta masih menggunakan pensil 2b dan kertas lembar jawaban.

Ketua panitia ujian nasional SLB Negeri 1 Makassar, H. Idham, S.Pd mengatakan, khusus di C atau siswa Tuna Grahita dan F atau siswa Autis tidak diikutsertakan UN mengingat tingkat intelegensi mereka dibawah rata-rata.

“Dengan alasan intelegensi itulah sehingga tidak diikutkan dalam UN ini, itu juga sesuai juknis dari pusat,” kata Idham Selasa (9/4).

Selama persiapan sampai pelaksanaan ujian kata Idham semua berjalan lancar, sekolah tidak menemukan kendala berarti.

SLB Negeri 1 Makassar yang dikepalai Drs. Muh Hasyim, M.Pd membina peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) antara lain, tuna daksa, tuna netra, tuna grahita, tuna rungu dan autis.

Berikut peserta USBN dan UN SLB Negeri 1 Makassar :

Siswa jenjang SMALB
USBN : 18 UN : 5

Siswa jenjang SMPLB
USBN : 14 UN : 3

Siswa jenjang SDLB
USBN : 17 UN : 8

Rusli Rifar