Tembok rumah bekas penggusuran masih tampak dilokasi (foto: RuRi)

Makassar (SULSELNEWS) – Selasa 13 Desember 2016 adalah peristiwa paling bersejarah sekaligus paling memilukan dalam kehidupan sebagian warga asrama TNI AD Bara-Baraya Kecamatan Makassar Kota Makassar.

Pasalnya, ditahun itu jelang Natal dan Tahun Baru warga menyaksikan langsung rumah-rumah yang berada di tiga barak atau blok yakni barak HYK, EF dan Transito di robohkan oleh aparat.

Saat itu jumlah rumah yang terkena penggusuran diperkirakan sekitar seratusan unit. Dan sekitar seribuan jiwa diduga mengalami dampak dari peristiwa tersebut hingga kini.

Setelah dua tahun lebih pasca peristiwa tersebut, SULSELNEWS.COM berada dilahan bekas penggusuran tersebut. Media ini memantau dan merekam suasana dan kondisi terkini dilokasi. Sambil mewawancara beberapa warga yang masih setia menetap.

Tampak Menara mesjid Uswatun Hasanah disekitar lokasi penggusuran

Suasana dilokasi saat ini terlihat beberapa bekas rumah warga masih berdiri namun tidak lagi sempurna karena dinding tembok telah hancur dan tanpa memiliki atap. Sementara, rumah-rumah lain, bangunannya telah rata dengan tanah.

Disekitar lahan penggusuran, juga tampak
terhampar di sana sini beragam material bangunan bekas rumah dari tegel, kayu balok hingga bebatuan.

Jalanan yang dulunya menghubungkan warga antar blok tidak kelihatan lagi akibat seluruh jalan dari paving block sudah dipenuhi rumput dan semak belukar yang tinggi.

Menurut salah satu warga, setelah dilakukan penggusuran dipasang pagar kawat berduri sebagai pembatas lokasi. Tapi pagar kawat tersebut membatasi akses warga dan masuk di lapangan bola akhirnya dibongkar.

Saat ini dilokasi penggusuran tidak terlihat ada kegiatan pembangunan. Termasuk tidak ada kejelasan informasi mengenai rencana penggunaan lahan tersebut setelah penguasaan.

Laporan : @RuRi
Editor : Rusli Rifar